Teks : Pelatih dan dewan pelatih Jujitsu Sidoarjo ikut menguji kenaikan tingkat siswa -siswi di MI Asasul Huda Randegan Tanggulangin.(*)
KONI SIDOARJO – Siswa -siswi yang ada di MI Asasul Huda Desa Randegan Kecamatan Tanggulangin, menjadi salah satu sumber bibit atlet Cabor Jujitsu yang ada di Kabupaten Sidoarjo.
Data yang diperoleh, Cabor Jujitsu ini, sudah ada di MI Asasul Huda Randegan sejak tahun 2016 lalu. Namun sejak tahun 2021 lalu, telah menjadi Cabor wajib pada mata pelajaran olah raga di lembaga pendidikan tersebut.
” Ini salah satu sekolahan di Kabupaten Sidoarjo, yang merespon positip terhadap perkembangan olah raga Jujitsu di Sidoarjo,” komentar Ketua Dewan cabang olah raga Jujitsu Sidoarjo, Pramuji, Sabtu (16/5/2026), saat menjadi dewan penguji kenaikan tingkat sabuk putih ke sabuk kuning, siswa-siswi di MI Asasul Huda.
Kegiatan ujian kenaikan tingkat, yang dilakukan di Sekolahan tersebut, menurut Pramuji, menjadi langkah awal dalam menjaring siswa siswinya, menuju bibit-bibit atlet yang berprestasi .
” Sekolahan lain bisa meniru sekolahan ini. dari olah raga ini, selain memberi bekal siswa ketrampilan olah raga pada siswa, juga memberi rasa percaya diri dan memberi bekal bela diri kepada siswanya,” komentarnya.
“Saya juga bangga dengan sekolah ini. Ada kegiatan ektra kurikuler olah raga Jujitsu. Semoga anak-anak ini, kelak bisa menjadi bibit unggul dari kabupaten Sidoarjo,” tambah Suyatno, Wakil Ketua Dewan Cabor Jujitsu Sidoarjo, yang juga menjadi dewan penguji dalam kegiatan uji kenaikan tingkat di MI Asasul Huda Randegan tersebut.
Berlatih olah raga seperti Jujitsu, lanjut Suyatno, bukan untuk mencari musuh, tetapi untuk belajar disiplin dan untuk belajar mengendalikan diri.
Dirinya dalam kegiatan uji kenaikan tingkat ini, minta kepada siswa -siswi di MI Asasul Huda Randegan, agar terus rutin latihan mengasah kemampuan.
Sebanyak 100 peserta, mulai pukul 07.00 hingga pukul 10.30 WIB, dari siswa siswi di kelas 4 dan kelas 5, mengikuti ujian kenaikan tingkat di halaman dalam MI Asasul Huda.
Materi yang diujikan meliputi kuda kuda dasar, teknik menjatuhkan, sikap dasar, teknik bantingan dan teknik tangkisan.
Teks : Siswa-siswi di MI Asasul Huda Randegan, Tanggulangin, juga mendapatkan teknik dari pelatih.(*)
Guru olah raga sekaligus pelatih Jujitsu di MI Asasul Huda, Syafrizal Oktaviansyah, atau yang akrab disapa Rizal, mengatakan ada sebanyak 325 siswa siswi di MI Asasul Huda yang mengikuti Cabor Jujitsu. Mereka mulai dari kelas 1 sampai kelas 6.
Ujian kenaikan tingkat ini, diikuti siswa kelas 4 yang saat ini masih sabuk putih menjadi sabuk kuning. Sementara siswa kelas 5 yang saat ini menyandang sabuk kuning bisa menjadi sabuk hijau.
Dirinya menyatakan bangga dengan anak -anak didiknya, karena saat mulai pertama mengikuti kegiatan Kejurkab tahun 2025 lalu, mereka telah mampu mengumpulkan 6 medali emas, 3 medali perak dan 3 medali perunggu.
Teks : Siswa -siswi di MI Asasul Huda Randegan Tanggulangin, akan dikirim untuk mengikuti Kejurkab tahun 2026 ini.(*)
“Pada tahun 2025 lalu, kita mengikutkan 10 siswa, sedangkan pada Kejurkab tahun 2026 ini kita juga akan kembali mengikutkan kurang lebih 15 orang siswa, tentunya prestasi yang diraih harapannya bisa lebih bagus dari tahun sebelumnya,” kata Rizal.(Humas KONI )










