Azwa Nur Hanifa, Sumbang Medali Emas Untuk Jatim Dalam Kejurnas Pordasi Berkuda Memanah 2026

oleh -8 Dilihat

KONI SIDOARJO – Azwa Nur Hanifa , atlet Cabor Pordasi kuda memanah andalan Jawa Tumur, asal Sidoarjo, meraih 1 medali emas dalam Kejurnas III Pordasi berkuda memanah seri I, yang digelar di Kota Bogor, Jawa Barat, 17 – 20 September 2026.

Sekretaris Cabor Pordasi berkuda memanah Sidoarjo, Rizky Rahmawati , mengatakan Azwa Nur Hanifah , lolos dalam event Kejurnas 2026, usai tampil gemilang dalam laga liga santri Indonesia seri 2, di Serang, Banten, Bulan Agustus lalu.

“Dari Sidoarjo ada 2, satunya namanya Thalita, tapi ia undur diri karena mempersiapkan ujian TKA dan semester an, jadi yang berangkat Azwa saja,” komentar Rizky, saat dikonfirmasi Minggu (20/9) kemarin.

Azwa Nur Hanifa, atlet berusia 12 tahun , yang masih kelas 8 ini, menyumbangkan medali emas untuk tim Jatim, dari nomor Triple shoot putri. Tim Jatim dalam Kejurnas ini mendapatkan 4 medali emas, 4 medali perak dan 4 medali perunggu.

Tim Jatim dalam Kejurnas ini, mengirim 11 atlet 6 official. Atlet atlet yang mewakili, merupakan hasil seleksi Kejurda akhir Juni 2026 di Ponorogo. 

Ada sejumlah atlet dari daerah kabupaten /kota di Jatim, ikut dalam event Kejurnas 2026 ini, salah satunya dari Sidoarjo. Tim Jatim dalam Kejurnas di Bogor  ini, kata Rizki, mengikuti hampir semua katagori yang dipertandingkan.

Mulai dari kelas senior dan junior. Diantaranya, Triple shoot putra putri, fast shooting putra putri, turangga astra, raid 233, Indonesian style dan tower 90 putra putri.

Rizky juga menyampaikan, saat ini Cabor Pordasi berkuda memanah Sidoarjo, memiliki atlet termuda, yang berada pada lapis kedua atau kategori beginer. Mereka masih kelas 3 SD. Yakni, Aimar Rahmadanish dan Naurin Felisha.

“Mereka menjadi harapan kita, bisa menggantikan para seniornya dan berprestasi,” komentarnya.

Rizky mengakui, hingga saat ini di Kabupaten Sidoarjo tempat latihan belum ada. Sehingga apabila ada event -event, persiapannya masih numpang di Kabupaten Serang, Banten. Tentu saja selain memakan jarak, juga memakan waktu dan biaya. (ali/humas koni)